UMKM Ikan Asap Jrakahpayung, Kabupaten Batang Kini Bisa Produksi Bakso Ikan Asap dengan Teknologi Canggih

UMKM Ikan Asap Jrakahpayung, Kabupaten Batang Kini Bisa Produksi Bakso Ikan Asap dengan Teknologi Canggih

Kamis, 27 Agustus 2026

TRIBUN ROBAN TV - BATANG — Kabar gembira datang dari dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Tim dosen Universitas Selamat Sri (UNISS) Kendal berhasil mencuri perhatian dengan meraih pendanaan hibah Program BIMA DRTPM KEMDIKTISAINTEK 2026. Dana prestisius ini langsung mereka gunakan untuk mendampingi UMKM ikan asap di Jrakahpayung, Kabupaten Batang. Hasilnya? Ikan yang selama ini hanya dijual sebagai ikan asap biasa, kini bisa disulap menjadi bakso lezat bernilai jual tinggi!

Selama ini, para pelaku UMKM di Jrakahpayung hanya memproduksi potongan ikan asap yang dijual dengan harga Rp4.000 per potong. Pemasaran pun masih terbatas di area lokal, belum mampu menembus pasar yang lebih luas. Tim PKM yang dipimpin Yohandika Tri Apriliyanto, S.T., M.T., bersama dua dosen dan dua mahasiswa Teknik Industri, turun tangan memberikan solusi jitu. Mereka memberikan pelatihan pemasaran digital, mengajarkan cara membuat akun media sosial dan e-commerce, serta mendampingi proses produksi bakso dari ikan pari asap.

Yang lebih seru lagi, tim juga menghadirkan teknologi tepat guna! Ada mesin penggiling adonan bakso berkapasitas 2 kg per proses dan mesin segel kemasan. Dengan alat-alat canggih ini, proses produksi bakso jadi lebih cepat, higienis, dan hasilnya maksimal.

"Ini adalah bukti nyata bahwa dosen UNISS tidak hanya mengajar di kelas, tapi juga turun langsung memberdayakan masyarakat. Melalui dukungan BIMA DRTPM 2026, kami ingin UMKM ini tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Yohandika penuh semangat.

Dengan langkah berani ini, UMKM ikan asap Jrakahpayung siap naik kelas dan menyapa konsumen dari berbagai daerah. Siapa tahu, bakso ikan asap khas Batang ini bakal jadi oleh-oleh favorit berikutnya!.